jump to navigation

Rumah Roda Tiga Agustus 14, 2008

Posted by solusisurabaya in News.
Tags: , ,
trackback

Hidup adalah sebuah perjuangan dan itu benar-benar dirasakan oleh Mohammad Qodari (64) yang saban hari mengelana di Kota Surabaya dengan mengayuh becak, mencari penumpang. Dia bahkan, hidup secara nomaden di becak yang ia jadikan “rumah”.

Ketika ditemui di Pasar Keputran Surabaya, Qodari mengisahkan kegetiran hidupnya yang ia jalani sendiri di Surabaya nan panas, jauh dari sang isteri yang juga dalam kesendirian di Nganjuk. “Saya tidak punya rumah di Surabaya dan tidak mau merepotkan kerabat yang ada di Surabaya jadi saya memilih tidur di Becak,”kata Qodari, di Pasar Keputren, Kamis (14/8).

Ia rela menahan bau busuk yang menyengat dari tumpukan sampah di Pasar Keputran, panas di siang hari dan dingin di malam hari, namun keputusannya untuk menjadikan becak sebagai sumber hidup sekaligus wisma tetapnya, setidaknya memberikan inspirasi kepada pemerintah Kota Surabaya bahwa sehebat-hebatnya pemerintah, Qodari dan masih banyak lagi “qodari-qodari lainnya” yang mengelana di kota Pahlawan itu.

Komentar»

1. MENGAIS REJEKI DI PASAR KEPUTRAN « Solusisurabaya’s Weblog - Agustus 14, 2008

[...] hidup di kota besar seperti Surabaya ini. Hari-harinya dihabiskan untuk mengais rezeki di Pasar Keputran sebagai penjahit baju dan vermak celana [...]

2. MEROGOH KOCEK PULUHAN JUTA DEMI HOBI « Solusisurabaya’s Weblog - Agustus 14, 2008

[...] 14, 2008 Posted by solusisurabaya in Uncategorized. trackback Tidak jauh dari kemelaratan seorang Qodari tukang becak yang hidupnya di atas becaknya, kaum berduit di Surabaya berbelanja ikan hias dengan harga mencapai [...]