Peraih medali dari Surabaya Agustus 12, 2008
Posted by solusisurabaya in Olah Raga.Tags: Bulu Tangkis
add a comment
Mochtar Arief seorang pelajar SMU Surabaya yang masih berumur 16 tahun berhasil meraih medali perunggu dari cabang bulutangkis di Olimpiade Beijing setelah mengalahkan pemain asal China Wu Yan Tao dalam permainan yang sangat ketat. (lagi…)
SMP Hasanudin diganti dengan nama ayah Arif Agustus 12, 2008
Posted by solusisurabaya in Olah Raga.Tags: Bulutangkis
add a comment
SMP Hasanudin akan mempertimbangkan menggunakan nama ayah peraih medali perunggu cabang bulutangkis di Olimpiade Beijing China, Mochtar Arief.
Petugas Humas SMP Hasanudin mengatakan kepada wartawan di Surabaya,hari ini, pihaknya akan mempertimbangkan memakai nama sayap baru fasilitas tersebut dengan nama ayah Mochtar Arief.
“Kami akan menamakannya Gedung Iptek Budi Arief,”kata juru bicara sekolah itu.
Sementara itu, Budi Arief, ayah peraih medali perunggu di Beijing itu yang tidak mempunyai latar belakang pendidikan, diperkirakan tidak mempunyai minat pada bidang iptek,tetapi senang bermain bulu tanngkis bersama anaknya di tempat tersebut.
Club Arief akan di bubarkan Agustus 12, 2008
Posted by solusisurabaya in Olah Raga.Tags: Bulutangkis
add a comment
Peraih medali Perunggu Cabang Olahrga Bulutanngkis di Olimpiade Beijing, Mochtar Arief menyesalkan dan merasa sedih tempat latihan klubnya di Taman Bungkul akan digusur untuk pembangunan fasilitas baru milik SMP Hasanudin.
Dia merasa yakin klub bulutangkisnya akan dibubarkan karana Taman Bungkul akan digunakan untukmembangun fasilitas baru bagi SMP Hasanudin.
“Saya rasa bangunan baru ini akan mengngunakan tempat yang selama ini saya dan ayah pakai untuk latihan bulutangkis,”kata Arief di Beijing.
Arieg juga merasa kecewa karena SMP Hasanudin tidak mengakjarkan cabang olahraga bulutangkis bagi siswanya.
“sekolah itu bahkan juga tidak menngajarkan bulu tangkis,ini sangat menyedihkan,”kata Areif.
Kemenangan tanpa Ayah Agustus 12, 2008
Posted by solusisurabaya in Olah Raga.Tags: Bulu Tangkis
add a comment
Peraih Medali perunggun di Olimpaide Mochtar Beijing Arief merasakan kesedihan kemenanganyangdiraihnya tidak dihadiri oleh ayah tercintanya, karena ayahnya berada dalam jarak yang sangat jauh dari event dunia tersebut. (lagi…)